Trend menunjukan bahwa keamanan aplikasi berbasiskan web server berada diatas 50% dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, hal ini dikarenakan adanya perubahan penggunaan aplikasi (paradigma) yang semula berbasiskan client-server (VB, Delphi, FoxPro dll) menjadi aplikasi yang berbasiskan web (cgi, php, asp dsb).

Grafik diatas diambil dari analisa yang dilakukan oleh Cenzic yang mengambil dari beberapa kejadian atau vulnerability yang dilangsir di SecurityFocus, CVE, SANS, US-CERT, Security Tracker, dan lain.
Menurut Cenzic, trend pada tahun-tahun terakhir terutama selama tahun 2008 menunjukan :
- 73% vulnerable yang diakibatkan oleh teknologi Web seperti Web server, applikasi dan browser.
- SQL Injection naik dari 27% menjadi 34%.
- Cross-Site Scripting 23% turun pada tahun 2008.
- Baik Symantec dan Cenzic mendapatkan Mozilla browser ataupun Microsoft Internet Explorer terdapat vulnerability.
Dengan adanya trend tersebut kiranya kita dapat lebih meningkatkan keamanan dari aplikasi-aplikasi yang kita miliki.
- Gunakan server secara terpisah antara untuk kebutuhan internal dan external.
- Pisahkan antara mesin untuk kebutuhan development, production dan debugging apps.
- Lakukan pemeriksaan (Audit ) aktifitas Web site dan log pada lokasi yang aman
- Terus belajar untuk meningkatkan keahlian coding dan selalu baca security update.
- Selalu lakukan update/patch terhadap OS dan Web Server.
- Gunakan application security scanner untuk melakukan testing awal keamanan aplikasi dan webserver yang dimiliki.
Sumber :
https://www.cenzic.com/
http://searchsecurity.techtarget.com
Categorized in Application Security